Monday, March 21, 2011

PROSES TERBENTUKNYA NEGARA ZAMAN DAHULU


Negara adalah suatu organisasi dr sekelompok atau beberapa kelompok manusia yg bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yg mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia
Ada 3 teori yaitu :

1.      1. Teori Hukum Alam (ARISTOTELES & PLATO)
Terbentuknya negara karena proses alam. Adanya wilayah yang dihuni oleh manusia, semakin lama berkumpul dan membentuk negara.

2.      2. Teori Ketuhanan
Terdiri dari 2 agama yaitu agama islam dan kristen.
Semuanya terjadi karena ciptaan Tuhan.

3.      3. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes)
Berpendapat manusia menghadapi kondisi alam, kemudian timbul kekerasan dan manusia akan musnah bila ia tidak merubah cara hidupnya.
Lalu manusia bersatu untuk memenuhi kebutuhan bersama.
Adanya perjanjian antara manusia yang kalah dan menang yaitu yang menang memimpin yang kalah, maka dengan demikian terbentuklah negara.



PROSES TERBENTUKNYA NEGARA ZAMAN MODEREN


1. Teori Penaklukan,

    Teori Penaklukan, suatu negara timbul karena serombongan manusia menaklukan daerah dan rombongan manusia lain. Agar daerah/rombongan itu tetap dapat dikuasai, maka dibentuklah suatu organisasi yang berupa negara.
Contohnya : sebagian negara palestina yang diambil oleh orang israel dan akhirnya sebagian negara palestina menjadi negara israel.

2. Peleburan (fusi)

    Peleburan (fusi) yaitu suatu negara pecah  menjadi dua.
misalnya Jerman barat dan Timur & korea utara dan selatan

3. Pemisahan diri

    suatu wilayah memisahkan diri dan menjadi negara baru. misalnya : Timor Timur menjadi Timor Leste  

4.  Pendudukan negara lain

     Suatu daerah yang belum ada pemerintahannya diduduki/dikuasai oleh bangsa/negara lain.
     ex, Brunei Darussalam

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH

Nilai –nilai Pancasila telah ada pada bangsa Indonesia sejak zaman dulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan negara. Proses terbentuknya negara Indonesia melalui proses sejarah yang cukup panjang yaitu sejak zaman batu hingga munculnya kerajaan-kerajaan pada abad ke-IV.


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b2/Prasasti-Yupa02.jpgA. Zaman Kutai

Pada zaman ini masyarakat kutai yang membukai zaman sejarah Indonesia pertama kalinya ini menampilkan nilai-nilai sosial politik, dan ketuhanan.















B. Zaman Sriwijaya
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/75/Candi_Gumpung_Muarojambi.jpgCita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam sesuatu negara telah tercemin pada kerjaan Sriwijaya yaitu suatu cita-cita negara yang adil & makmur (marvuat vanua criwijaya siddhayara subhika).








Candi Gumpung, candi Buddha di Muaro Jambi
Kerajaan Melayu yang ditaklukkan Sriwijaya.
 

C. Zaman Kerajaan-Kerajaan Sebelum Kerajaan Majapahit
Pada zaman ini diterapkan antara lain untuk raja Aiar Langgi sikap tolerensi dalam beragama nilai-nilai kemanusiaan (hubungan dagang & kerjasama dengan Benggala, Chola, dan Chompa) serta perhatian kerjahteraan pertanian bagi rakyat dengan dengan membangun tanggul & waduk.



D. Zaman Kerajaan Majapahit
Berkas:Harihara Majapahit 1.JPGSumpah Palapa / Gadjahmada berisi cita-cita mempersatukan seluruh Nusantara.
































Arca Harihara, dewa gabungan Siwa dan Wisnu 
sebagai penggambaran Kertarajasa.



Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk negara sangat erat kaitannya dengan jati diri bangsa Indonesia. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta keadilan. Dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala.
CARA MUDAH MENGUNJUNGI BLOG YUNI SULASTRI :

1.      1. BUKA GOOGLE
2.      2. KETIK  YUNISULASTRITANJUNG
3.      3. PILIH  YUNISULASTRI

Dan sekarang anda telah berada di blog YUNISULASTRI.  Disini anda bisa berbagi Informasi.
Selamat mencoba…….

Sunday, March 20, 2011

1.                     TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi. Teori pertumbuhan ekonomi dapat dibagi menjadi 2 :

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
a. Frederich list (1789- 1846)
Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich listber adalah tingkat - tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga).
Adapun tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi dibagi 4 sebagai berikut :

1)      Masa berburu dan mengembara
Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat mengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.
2)      Masa berternak dan bertanam
Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian bertanam.

3)      Masa Bertani dan kerajinan
Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.
4)      Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan.
Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar.

b. Karl Bucher (1847- 1930)
Tahap Perekonomian dapat dibagi menjadi 4.
1)             Rumah tangga tertutup
2)             Rumah tangga kota
3)             Rumah tangga bangsa
4)             Rumah tangga dunia
c. Werner sombart (1863- 1947)
1) Prakapitalisme (Varkapitalisme)
2) Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
3) Zaman kapitalai Raya (Hachkapitalismus)
4) Zaman kapitalis akhir (spetkapitalismus)


d. Walt Whitmen Rosfow (1916- 1979)
1) Masyakart tradisional (Teh Traditional Society)
2) Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off)
3) Lepas landas cake off)
4) Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic)
5) Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption)

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik dan Neoklasik
Teori pertumbuhan ekonomi klasik
a. Teori pertumbuhan menurut Adam Smith
An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation, teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib).
Pertumbuhan ekonomi ditandai oleh dua fakto yang saling berkaitan :
1) Pertumbuhan penduduk
2) Pertumbuhan output total

Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini :
1) sumber-sumber alam
2) tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
3) jumlah persediaan

b. David Ricardo dan T.R Malthus
Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah.
Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya). Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat , delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau kemandegan.

Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik
a.                       Robert Sollow
Rober Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn, ia seorang peraih nobel di bidang dibidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Robert Sollow menekankan perhatiannya pada pertumbuhan out put yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input utama. Yaitu modal dan tenaga kerja.




b.                      Harrod dan Domar
RF. Harrod dan Evsey Domar tahun 1947 pertumbhan ekonomi menurut Harrod dan domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan produktivitas tenaga kerja.

c.                       Joseph Schumpeter
Menurut J. Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru di bidang teknologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, tidak ada pertumbuhan ekonomi.



2.                     TEORI PEMBANGUNAN  EKONOMI
Teori pembangunan ekonomi dapat digolongkan menjadi lima golongan besar yaitu Klasik, Karl Marx, Neoklasik, Scumpeter, dan Post Keynesian. Aliran-aliran ini mengemukakan sebab-sebab pertumbuhan pendapatan nasional dan proses pertumbuhannya.
A.   Aliran klasik
Aliran klasik muncul pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke 19 yaitu dimasa revolusi industri yang merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu aliran ekonomi yang sedang berkembang adalah sistem liberal dan menurut aliran klasik ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya kemajuan dalam bidang teknologi dan peningkatan jumlah penduduk. Kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital.
Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini tergantantung pada sumber daya alam. Aliran klasik juga mengalami perkembangan dari beberapa pengamat aliran klasik, diantaranya Adam Smith, David Ricardo, dan Thomas Robert Malthus.


a. Adam Smith
Menurut Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja. Pembagian kerja didasari oleh akumulasi capital yang  berasal dari dana tabungan dan luas pasar. Luas pasar disni berfungsi untuk menampung hasil produksi sehingga dapat  menembus perdagangan internasional. Perrtumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikan tingkat produktivitas tenaga kerja.
b. David Ricardo
Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu golongan capital, golongan buruh, dan golongan tuan tanah. Golongan kapital adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional. Golongan buruh merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat, namun sangat tergantung pada capital.  Golongan tuan tanah merupakan golongan yang memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang disewakan. David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.
c. Thomas Robert Malthus
Menurut Thomas Robert Malthus tambahan permintaan tergantung kepada kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus. Namun, hal itu juga perlu diikuti oleh perkembangan unsur lain seperti turunnya biaya produksi dan kenaikan jumlah capital. Apabila jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas.
B. Teori Karl Marx (Pertumbuhan dan kehancuran)
Karl Marx Mengemukakan teorinya berdasarkan atas sejarah perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat tersebut berlangsung dalam lima tahap yaitu: masyarakat primitive (sifatnya masih sangat sederhana, tidak ada surplus produksi karena masyarakat  membuat sendiri barang-barang yang mereka butuhkan), masyarakat perbudakan (masyarakat yang tidak memiliki modal dijadikan budak), masyarakat feodal (kaum bangsawan yang memiliki tanah), masyarakat kapitalis (memperkerjakan kelas buruh  karena mereka tidak memiliki alat produksi), masyarakat sosial (kepemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik social, memberi kesempatan kepada manusia untuk maju baik dilapangan produksi maupun didalam kehidupan).
C. Aliran Neo – Klasik
Aliran Neo-Klasik mempelajari tingkat bunga, yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang. Menurut Neo-Klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan, tingkat bunga juga menentukan tingginya tingkat investasi, jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan sebaliknya (Akumulasi Kapital). Perkembangan ekonomi terjadi sebagai proses yang gradual. Perkemabangan juga sebagai proses yang harmonis dan kumulatif, maksudnya adalah proses ini melibatkan factor yang tumbuh bersama, sebagai contoh adalah perkembangan industri itu tergantung pada baiknya pembagian kerja di antara para buruh. Selain itu, kaum Neo-Klasik optimis bahwa manusia mampu untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi juga memerlukan aspek internasional.
D. Teori Schumpeter
Menurut Joseph Schumpeter perkembangan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual, tetapi merupakan perubahan yang spontan dan terputus-putus. Perkembangan ekonomi ini juga dipengaruhi oleh perubahan dalam selera konsumen namun bersifat sedikit. Adanya wiraswasta (Enterpreneur), innovator, yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru faktor produksi, seperti: mengemukakan atau mengenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal oleh konsumen, mengenalkan suatu metode produksi yang baru, pembukaan pasar baru bagi perusahaan, penemuan sumber-sumber ekonomi baru, menjalankan organisasi baru dalam industri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa individu adalah tiap perubahan dalam fungsi produksi yang akan mempengaruhi kenaikan hasil produksi.
E. Analisis Post-Keynesian
Analisis Keynesian menggunakan anggapan berdasarkan atas keadaan waktu sekarang seperti mengenai tingkat teknik tenaga kerja selera, dengan tidak memperhatikan keadaan jangka panjang. Teori ini juga berpendapat bahwa apabilah jumlah penduduk bertambah maka pendapatan rill perkapitah akan berkurang kecuali bila pendapat rill juga bertambah.


Wednesday, January 26, 2011

PARTISIPASI

Partisipasi memegang peranan yang menentukan dalam perkembangan Koperasi.
Cara meningkatkan partisipasi :
  1. menyediakan barang / jasa yang dibutuhkan oleh anggota yang relatif lebih baik dari pada pesaingnya dipasar.
  2. meningkatkan harga pelayanan kepada anggota.

    ex,
    * menetapkan harga yang relatif murah dari harga umum.
    * pemberian bunga kredit yang lebih rendah dari umum.
  3. menyediakan barang - barang yang tidak sedia di pasar bebas wilayah kop atau tidak tersedia oleh pemerintah.
  4. berusaha memberikan SHU peranggota yang meningkat dari waktu ke waktu.
  5. menyediakan berbagai tunjangan (bila mampu) keanggotaan.
ex,
* THR, Kesehatan, dll
Langkah Untuk meningkatkan partisipasi :
  1. Perlu manajemen kop yang bagus
  2. meningkatkan rangsangan - rangsangan kepada anggota.
  3. memberikan esentik kepada anggota melalui peningkatan manfaat keanggotaan.



PERBEDAAN GOTONG ROYONG DAN KOPERASI

          GOTONG ROYONG                                 KOPERASI
  1. Tidak berorganisasi & Continue               1. berorganisasi & Continue
  2. bersifat Statis                                           2. bersifat dinamis
  3. mempunyai hub. sosial                             3.  mempunyai hub. ekonomi
  4. rencana sewaktu - waktu                         4.  rencana jangka panjang

PENGAWAS KOPERASI

PASAL 38 UU NO. 25 TAHUN 1999 TTG PERKOPERASIAN
  1. Pengawas dipilih dari dan anggota koperasi dalam rapat anggota.
  2. pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota.
  3. persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat anggota pengawas ditetapkan dalam AD
PASAL 39 UU NO. 25  TAHUN 1999 TTG PERKOPERASIAN
Pengawas bertugas :
  1. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi.
  2. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.
Pengawas berwenang :
  1. meneliti catatan yang ada pada koperasi.
  2. mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.pengawas harus merahasiakan hsasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 

    Pengawas berfungsi :
    mengamankan keputusan rapat anggota serta AD dan ART.

PEMBENTUKAN KOPERASI

1. DASAR PEMBENTUKAN
  • Orang - orang atau masyarakat yang akan mendirikan Koperasi harus mengerti maksud dan tujuan Koperasi serta kegiatan usaha yang akan dilaksanakan Koperasi yaitu untuk meningkatkan pendapatan dan manfaat yang sebesar - besarnya bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.
  • Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan Koperasi :
  • Harus mempunyai kegiatan dan atau kepentingan ekonomi yang sama.
  • usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi.
  • modal sendiri harus cukup untuk memulai kegiatan usaha.
  • memiliki kepengurusan yang handal.

2. PERSIAPAN PEMBENTUKAN
  • Harus dipersiapkan dengan matang oleh pemrakarsa.
  • para pemrakarsa mempersiapkan rapat pembentukan dengan acara antara lain : penyusunan rancangan AD / ART dan rancangan awal kegiatan Usaha.

3. RAPAT PEMBENTUKAN
  • Rapat dihadiri sekurang - kurangnya 20 orang pendiri, bagi koperasi primer dan 3 koperasi bagi koperasi sekunder (20 x 3 = 60 Orang).
  • Rapat pembentukan dipimpin oleh seorang / beberapa orang dari pendiri atau kuasa pendiri.
  • Rapat pembentukan koperasi dihadiri oleh pejabat Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar untuk membantu kelancaran jalannya rapat dan memberikan petunjuk - petunjuk seperlunya.
  • yang disebut kuasa pendiri adalah sebagian orang pendiri yang diberi kuasa dan sekaligus ditunjuk oleh pendiri untuk pertama kalinya bertindak sebagai pengurus koperasi yang berkewajiban memproses pengajuan permohonan akta pendirian koperasi dll.
  • dalam rapat pembentukan dibahas antara lain :
  1. mengenai keanggotaan usaha yang akan dijalankan, modal sendiri, nama koperasi.
     2.  kepengurusan, pengelolaan usaha serta AD / ART.

AD memuat sekurang - kurangnya antara lain :
  1. DAFTAR NAMA PENDIRI
  2. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
  3. MAKSUD DAN TUJUAN
  4. BIDANG USAHA
  5. KETENTUAN MENGENAI KEANGGOTAAN
  6. RAPAT ANGGOTA
  7. PENGURUS
  8. PENGAWAS
  9. PENGELOLA PERMODALAN
  10. JANGKA WAKTU BERDIRINYA
  11. PEMBAGIAN SHU
  12. KETENTUAN MENGENAI SANKSI.

Himpunan Produksi adalah himpunan dari kombinas input yang dapat menghasilkan suatu tingkat output dan fisibel untuk dilaksanakan.
Input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagai masukan pada suatu proses produksi.

Output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi.

Fungsi Produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input.

PRODUKSI

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah.

TEORI PERUSAHAAN

Organisasi bisnis secara garis besar dibedakan kedalam perusahaan menurut sifat usaha dan menurut bentuk hukum.

Pembedaan kedalam bentuk perusahaan :

1. PERUSAHAAN PERORANGAN

Perusahaan perseorangan adalah organisasi perusahaan yang paling banyak jumlahnya dalam setiap perekonomian.Tetapi sumbangannya dalam keseluruhan produksi nasional tidaklah terlalu besar (jauh lebih kecil dari perusahaan perseroan terbatas) karena kebanyakan dari usaha tersebut dilakukan secara kecil-kecilan, yaitu modalnya tidak terlalu besar dan begitu pula halnya dengan hasil produksi dan penjualannya. Contoh-contoh dari perusahaan yang seperti itu adalah penjual sate, restoran,toko kelontong dan toko makanan dan minuman. Keuntungan terpenting dari perusahaan perseorangan adalah kebebasan yang tidak terbatas yang dimiliki pemiliknya. Ia sepenuhnya menguasai perusahaan tersebut dan dapat melakukan apapun tindakan yang dianggapnya akan menguntungkan usahanya. Kelemahan utama dari perusahaan perseorangan adalah modalnya kecil dan sukar untuk memperoleh pinjaman.
2. PERUSAHAAN PERSEKUTUAN

Organisasi perusahaan seperti ini adalah organisasi perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang. Mereka bersepakat untuk secara bersama menjalankan suatu usaha dan membagi keuntungan yang diperoleh berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bersama.Modal perusahaan dikumpulkan dari anggota-anggota perkongsian itu. Adakalanya mereka juga meminjam modal dari lembaga-lembaga keuangan. Disamping kemungkinan memperoleh modal yang lebih banyak, kebaikan lain dari perusahaan perkongsian adalah tanggung jawab bersama didalam menjalankan perusahaan. Setiap anggota perkongsian mempunyai tugas untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan yang mereka dirikan.

3. PERSEROAN TERBATAS

Dari segi jumlah produksi dan hasil yang dilakukannya,organisasi perusahaan yang berbentukl perseroan terbatas adalah bentuk perusahaan yang paling penting. Di negara-negara maju sebagian besar hasil produksi nasional diciptakan oleh perusahaan seperti ini. Perusahaan-perusahaan besar kebanyakan berbentuk perseroan terbatas. Kebaikan yang terpenting dari perseroan terbatas adalah di dalam kemampuannya memperoleh modal. Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal secara mengeluarkan saham. Suatu bentuk surat berharga yang menyatakan bahwa pemegangnya adalah menjadi salah seorang pemilik perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Dengan mengeluarkan saham-saham perusahaan dan menjualnya kepada masyarakat, perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal sebesar yang diingini.
4. PERUSAHAAN KOPERASI

Perusahaan koperasi adalah perusahaan yang didirikan bukan untuk mencari keuntungan tetapi untuk melindungi kepentingan para anggotanya. Perusahaan koperasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis : Koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit. Koperasi konsumsi menjalankan kegiatan membeli barang-barang dan kemudian menjualnya kepada anggota. Keuntungan dari usaha ini kemudian dibagikan kembali kepada para anggotanya. Koperasi produksi berusaha agar hasil produksi para anggotanya dapat dijual dengan harga yang tinggi dan tidak ditindas para tengkulak atau para pembeli. Dan koperasi kredit adalah badan pinjam-meminjam yang meminjamkan uang kepada para anggotanya dengan tingkat bunga kredit yang relatif rendah.

Kurva Perluasan Produksi

          Kurva Perluasan Produksi (Expantion Path) adalah jalur yang dapat diikuti oleh produsen dalam menambah atau mengurangi outputnya dengan biaya yang terendah.

TEORI PRODUKSI DAN TEORI BIAYA

A. TEORI PRODUKSI

Faktor - faktor yang akan digunakan untuk memproduksi sejumlah barang tertentu biasanya secara matematis digambarkan dalam bentuk fungsi (persamaan), yaitu fungsi produksi.
         fungsi produksi adalah suatu persamaan matematis yang menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah keluaran (output) maksimum yang dapat dihasilkan dalam suatu proses produksi tertentu dan satu set masukan yang digunakan oleh produsen pada tingkat teknologi yang diperlukan pula.

         proses produksi dibagi menjadi 3 yaitu tahap I, tahap II, tahap III
B. TEORI BIAYA (ONGKOS) PRODUKSI
BIAYA / ONGKOS PRODUKSI
                    Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk produksi. Biaya Produksi Jangka Pendek jangka waktu dimana sebagian faktorproduksi tidak dapat ditambah jumlahnya.

BEBERAPA PENGERTIAN BIAYA PRODUKSI JANGKA PENDEK    

1. Biaya Total (TC)
Keseluruahan biaya produksi yang dikeluarka.
TC = TFC + TVC
 
2.  2. Biaya Tetap Total (TFC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya

 
3.  3. Biaya Variabel Total (TVC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya.

 
4. Biaya Tetap rata-rata
AFC = TFC/Q
 
5. Biaya Variabel rata-rata
AVC = TVC/Q 
6. Biaya Total rata-rata
AC = TC /Q

7. Biaya Marginal
MCn = TCn – TCn-1 atau TC/ Q














Tuesday, January 25, 2011

Apa yang dimaksud dengan globalisasi ???

Apa yang dimaksud dengan globalisasi ???
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.
Globalisasi, berarti juga kesemuanya / keseluruhan yang maksudnya. Setiap negara dengan negara lain sudah saling membuka diri dalam segala hal termasuk perdagangan, kerjasama bidang jasa, informasi dan lain sebagainya.
Sehingga apa yg terjadi di suatu negara bisa berpengaruh langsung terhadap negara lainnya.

Contoh:
Negara kita sedang di banjiri barang produk dari Cina, ini juga efek dari pada globalisasi,
Kita sebagai bagian dari dunia, tidak dapat lagi membatasi jenis barang / jasa dari negara lain, yang secara otomatis setiap kita sebagai warga negara harus ikut ber kompetisi dalam segala hal. Dalam rangka menyongsong perekonomian global yang menjelang di depan mata didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat dan semakin mendorong seleksi alamiah. “yang terkuat yang bertahan” .Jika kita tidak mampu berkompetisi maka kita akan semakin jauh tertinggal.

Sunday, January 23, 2011

MATA UANG INDONESIA




 Sejarah Mata Uang Di Indonesia

          Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakanmata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.

Ada tiga mata uang yang dinyatakan berlaku oleh pemerintah RI pada tanggal 1 Oktober 1945, yaitu :

1.        mata uang Jepang

 







EKONOMI MIKRO


a.        Pengertian Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan.
Ilmu ekonomi diberi gelar sebagai the oldest art and the newest science yang artinya adalah seni yang tertua dan ilmu yang pengetahuan yang termuda.
Peranan teori ekonomi adalah menerangkan cara bekerjanya sistem ekonomi atau bagian – bagian daripadanya dengan cara yang disederhanakan.
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien, serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.
Definisi – definisi ilmu ekonomi :
1.       Ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berdaya upaya untuk memberikan pengetahuan dan pengertian tentang gejala – gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai kemakmuran.
2.       Ilmu ekonomi atau ekonomi  politik adalah suatu studi tentang kegiatan – kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang , mencakup atau melibatkan transaksi – transaksi pertukran antar manusia.
3.       Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber – sumber produktif ( tanah, tenaga kerja, barang – barang modal contoh mesin dan pengetahuan teknik ) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai barang serta mendistribusikan kepada pelbagai anggota masyarakat untuk dipakai / dikonsumsi.
4.       Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan kehidupan mereka sehari – hari untuk mendapatkan dan menikmati kehidupan.
5.       Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan
6.       Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara – cara memperbaiki masyarakat.
7.       Ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara – cara manusia dan masyarakat menentukan / menjatuhkan pilihannya dengan atau tanpa uang untuk menggunakan sumber – sumber produktif yang langka yang dapat mempunyai penggunaan – penggunaan alternatif, untuk memproduksi berbagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi, baik sekarang maupaun yang akan datang kepada berbagai golongan atau masyarakat.

b.        Lahirnya Ilmu Ekonomi
Mazhab atau paham dalam ilmu ekonomi :
1.       Mazhab Merkantilis
Tokoh utama nya Mentri Keuangan raja Lodewijk XIV bernama Jean Baptiste Colbert. Mazhab ini menghendaki agar negara menjual (mengekspor) lebih banyak dari pada membeli (mengimpor). Orang – orang perancis pertama menentang paham ini dan menamakan mereka kaum fisiokrat (physiocrats), pemukanya adalah Francois Quesney, dokter pribadi Lodeeijk XV dan Jacques Turgot Menteri Keuangan Lodewijk XV.
2.       Mahzab ini Klasik atau Mazhab Liberal.
Tokoh mazhab ini adalah Adam Smith dengan karangan bukunya yang menghebohkan Dunia yang berjudul “An Inquiry into the nature and causes of the Wealth of Nation dan di singkat The Wealth of Nation”. Dengan Topik bahasan antara lain kerja sebagai sumber Kekayaan, nilai dan penetapan harga, teori pembagian pendapatan yang mencakup sewa, upah, laba, akumulasi modal dan dasar – dasar ilmu keuangan negara.



c.         Ilmu Ekonomi sebagai Ilmu Pengetahuan Sosial
Pembagian ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh Prof. Dr. WJ. Van Woestijne bahwa ilmu pengetahuan ekonomi tergolong pada ilmu – ilmu pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman yang mempelajari alam hidup dan merupakan bagian daripada  ilmu – ilmu pengetahuan kemanusian.

Ilmu ekonomi merupakan sebuah ilmu pengetahuan sosial.
Ilmu pengetahuan (a sience) merupakan kumpulan pengetahuan atau fakta – fakta.

KONSUMEN
d.                  Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai dan menjadi peminta barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Kita semua adalah Konsumen.
Masalah dasar yang dihadapi Konsumen adalah Bagaimana dia dapat mengalokasikan pendapatannya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan barang dan Jasa secara maksimal supaya tingkat kesejahteraan yang diperoleh adalah maksimal.

b.                  Barang
Yang dimaksud dengan barang adalah segala sesuatu yang dapang dipegang, dilihat, dicium, sedangkan yang tidak dapat di pegang, dilihat dan dicium dinamakan jasa.
Barang disebut juga Produk atau komoditi. Yang dibedakan menjadi :
1.      Produk Utama adalah suatu produk yang berdiri sendiri dan tidak mempunyai produk pengganti didalam mengkonsumsinya.
2.      Produk Pengganti yaitu dapat menggantikan produk utama. Dan merupakan produk alternatif manakala orang tidak dapat memporelehnya. Produk pengganti biasanya mempunyai nilai atau harga yang lebih rendah dibandingkan nilai atau harga dari produk utama.
3.      Produk Penggenap adalah suatu Produk yang sifatnya melengkapi produk lain.
4.      Produk Netral adalah produk yang tidak mempunyai kaitan dengan produk lain dan tidak ada kaitannya dengan pendapatan. Contohnya : garam
5.      Produk superior adalah produk istimewa atau produk mewah yang hanya diminati oleh orang yang berpenghasilan tinggi.
6.      Produk Inferior adalah suatu produk yang dianggap rendah oleh orang. Produk yang sangat disukai oleh orang yang berpenghasilan rendah.
7.      Produk Esensi (sembako) atau 9 bahan pokok adalah produk pokok yang sangat penting bagi masyarakat.
8.      Produk Normal adalah produk yang berhubungan positif dengan pendapatan.


Produk Gifen adalah suatu produk yang berlereng positif antara harga dan jumlah produk yang diminta.
Produk Inferior adalah suatu produk yang belereng negatif dengan pendapatan konsumen.

c.                  
 
d.                  Permintaan.
Permintaan adalah keinginan untuk mendapatkan suatu barang dan jasa. Dibedakan menjadi :
·        Permintaan efektif            :    permintaan yang didukung oleh daya beli.
·        Permintaan tidak efektif    :    permintaan yang todak didukung oleh daya beli.

Hukum permintaan :
Jika harga produk semakin murah maka jumlah barang yang diminta oleh masyarakat akan semakin banyak dan begitu pula sebaliknya.

Hukum permintaan mempunyai hubungan negatif. Maksudnya adalah hubungan yang berlawanan dari dua sisi (pihak). Variabel Permintaan :
1.      Harga Produk
2.      Permintaan Produk
3.      Harga Produk lain yang terkait.
4.      Selera konsumen.
Fakto Dominan disebut dengan variabel bebas (indevenden), sedangkan faktor yang mengikuti disebut dengan variabel bergantung (variabel terikat, variabel bergantung, variabel devenden).

Ciri-ciri kurva permintaan
·        bergerak ke bawah dari kiri ke kanan.
·        Berhubungan negatif antara harga dan jumlah yang diminta.
·        Harga naik, jumlah berkurang &
·        harga turun, jumlah meningkat.



                         
e.                  Elastisitas Permintaan
Elastisitas Permintaan adalah derajat kepekaan perubahan harga terhadap perubahan kuantitas produk. Elastisitas Permintaan selalu bertanda negatif. Artinya bahwa antara harga dan kuantitas permintaan selalu berkolerasi negatif sehingga jika harga turun maka permintaan akan naik dan demikian pula sebaliknya.
Elastisitas harga derajat perubahan harga terhadap perubahan kuantitas permintaan produk.
Elastisitas permintaan dibagi atas :
a.      Elastisitas Titik (point elasticity) : suatu elastisitas yang menjelaskan (menunjukkan) titik tertentu pada kurva.
b.      Elastisitas Busur (arc elasticity) : elastisitas permintaan antara dua titik pada suatu kurva permintaan.
Ada lima jenis elastisitas permintaan :
  1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.
  2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.
  3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.
  4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
  5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.
f.                    f.         Elastisitas pendapatan.

Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :
1.                Produk normal.
Elastisitas pendapatan adalah positif. Misalnya, permintaan akan produk normal akan meningkat jika pendapatan meningkat. Contoh ekstrimnya adalah beras, dapat digantikan dengan ubi sebagai produk inferiornya.
2.                Produk inferior.
Elastisitas pendapatan adalah negatif. Misalnya, permintaan akan produk inferior akan menurun jika pendapatan meningkat.
g.                  Elastisitas Silang
Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Description: http://yasinta.files.wordpress.com/2008/07/4fc94e1f73a2945e2555c2022367e2a4.png?w=245

Keterangan :
EA,B       =   elastisitas silang antara produk A dan B
P1B        =   harga awal produk B
P2B        =   harga produk B setelah perubahan
ΔQA       =   kenaikan permintaan produk A
Q1A       =   kuantitas permintaan awal produk A
Q2A       =   kuantitas permintaan produk A setelah harga produk B berubah
ΔPB        =   kenaikan harga produk B
h.                  Penawaran
Penawaran adalah suatu kesediaan produsen atau penjual untuk menjual produk kepada masyarakat dengan harga tertentu. Hubungan antara harga dan kuantitas adalah hubungan positif atau hubungan searah yang berarti jika harga semakin tinggi (naik) maka kuantitas penawaran akan semakin besar juga dan jika harga turun maka kuantitas penawaran dari produsen (penjual) akan semakin kecil (sedikit).




                                                                                         
Perubahan kurva penawaran  disebabkan oleh perubahan non harga, yaitu :
1.      Perubahan Penghasilan Produsen
2.      Perubahan Selera (Motivasi) produsen untuk menjual
3.      Perubahan cuaca
4.      Perubahan harga produk lain yang sejenis
5.      Perubahan pengharapan (harapan produsen)

i.                    Permintaan dan penawaran.
Bertemunya permintaan dan penawaran diproses melalui tawar menawar antara pembeli dan penjual. Proses tawar menawar tidak berarti terjadi melalui tatap muka akan tetapi dapat pula melalui kesepakatan secara tak langsung.
Jika harga sangat rendah dibawah titik ekuilibrium, maka akan terjadi kelebihan permintaan. Yang dimaksud dengan kelebihan permintaan adalah jumlah produk yang diminta melampaui kesediaan produsen (penjual) menjual produknya. Sedangkan jika harga penawaran diatas titik ekuilibrium, maka akan terjadi kelebihan penawaran yang berarti harga yang ditawarkan oleh produsen (penjual) terlalu tinggi diatas batas kemampuan pembeli. Jika harga terlalu tinggi (mahal), maka hanya ada segelintir orang saja yang mampu membeli dan begitu pula sebaliknya.

j.                    Kurva Indiferen (indiferent Curve)
Kurva Indiferen adalah suatu kurva yang menunjukkan kombinasi dua produk atau lebih sehingga kepuasan yang diperoleh oleh konsumen tidak berubah.
Kurva indeferen selalu berlereng negatif.
Semakin jauh dari titik nol (0) berarti total nilai guna (kepuasan) bertambah.

Kepuasan pada A = B =C        P=Q=R             X = Y = Z
                          X >P >A         Y >Q > B          Z > R > C





Sifat-sifat dari Kurva Indifferent :
1. Bergerak dari kiri atas kekanan bawah
2. Berbentuk cekung dan terbuka keatas
3. Tidak saling memotong.

k.      Pengaruh Perubahan Pendapatan Terhadap Konsumsi Produk.
Karakteristik Pendapat dan harga Produk :
1.                  Jika pendapatan konsumen naik dan harga produk tetap tidak berubah, maka kuantitas produk yang akan dibeli untuk dikonsumsi konsumen juga masih tetap lebih banyak.
2.                  Jika harga produk naik sepanjang persentase kenaikan perubahan harga produk lebih rendah dari persentase kenaikan perubahan pendapatan, maka kuantitas produk yang akan dibeli untuk dikonsumsi konsumen juga masih tetap lebih banyak.
3.                  Jika pendapatan konsumen turun dan harga produk tetap tidak berubah, maka kuantitas produk yang akan dibeli untuk dikonsumsi konsumen akan semakin kecil.
4.                  Jika persentase turunnya pendapatan lebih besar dibandingkan dengan persentase turunnya harga produk, maka kuantitas produk yang akan dibeli untuk dikonsumsi konsumen akan semakin kecil.
5.                  Garis yang menghubungkan titik potong (titik pertemuan) antara kurva indeferen dan garis pada setiap tingkat disebut dengan kurva konsumsi pendapatan (income consumtion curve).

l.                    Pengaruh Perubahan Harga Terhadap Konsumsi Produk.
Harga produk akan terjadi beberapa kemungkinan :
a.      Harga produk naik dan pendapatan tetap tidak berubah, maka kuantitas produk yang akan dibeli konsumen akan mengalami penurunan.
b.      Harga produk turun dan pendapatan tetap tidak berubah, maka kuantitas produk yang akan dibeli konsumen akan mengalami kenaikan.
c.       Pendapatan konsumen naik akan tetapi prosentase kenaikan harga produk lebih besar dari prosentase kenaikan pendapatan, maka dalam keadaan demikian berarti kuantitas produk yang dibeli konsumen yang dibeli konsumen akan mengalami penurunan.
d.      Harga Produk turun akan tetapi prosentase penurunan harga produk lebih kecil dibandingkan dengan prosentase penurunan pendapatan konsumen, maka dalam keadaan demikian kuantitas produk yang dibeli konsumen mengalami penurunan.
e.      Jika titik kuantitas produk yang dibeli oleh konsumen semakin jauh dari titik 0 (nol) berarti telah mengalami penurunan harga produk dan jika mendekati nilai 0, maka telah terjadi kenaikan harga produk.

m.                Garis Budget
Garis budget adalah kombinasi barang yang memerlukan dana sebesar uang yang dimiliki oleh konsumen sebesar m, yaitu : P1X1 +P2X2 = m.
Garis budget adalah himpunan yang menunjukkan kombinasi 2 barang yang dapat dibeli oleh konsumen yang memerlukan dana lebih kecil dari m atau sama dengan m.
Garis budget adalah bagian dari budget set, yaitu menunjukkan kombinasi 2 barang yang dapat dibeli dengan menggunakan seluruh dana yang dimiliki oleh konsumen.
P1X1 +P2X2 = m.

Apabila harga barang – barang tetap jika pendapatan naik, garis budget akan bergeser keatas. Sebaliknya jika pendapatan turun, maka geris budget akan bergeser ke bawah.
Jika pendapatan konsumen tetap, harga barang kedua tetap. Namun harga barang pertama turun, maka garis budget akan berputar keluar.

n.                  Keseimbangan konsumen

Masalah utama yang dihadapi seorang konsumen adalah bagaimana dengan uang yang terbatas mendapat tingkat kepuasan yang sebesar – besarnya. Untuk mendapatkan jawaban tersebut dapat digunakan dua pendekatan, yaitu :
1.      Pendekatan kardinal dimana kepuasan dapat dihitung.
2.      Pendekatan ordinal dimana kepuasan tidak dapat dihitung hanya dapat dijenjangkan / diurutkan.
Besar kecilnya utility yang dapat dicapai oleh seorang konsumen tergantung dari jenis barang atau jasa dan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi, sehingga besar kecilnya utility dapat ditunjukkan oleh fungsi sabagai berikut :
U = f (X1,X2,X3,………Xn)

Dimana :
U     =   menunjukkan besar kecilnya tingkat kepuasan
X1   =   menunujukkan jenis dan jumlah barang yang dikonsumsi
Marjinal Utility adalah menunjukkan perubahan faedah total yang diakibatkan oleh adanya perubahan satu – satunya barang yang dikonsumsi sedangkan konsumsi barang lain tetap.
Keseimbangan konsumen dapat dicari 2 cara :
1.                  Coba – coba (trial and error)
2.                  Matematis

b.       PxQx + PyQy = M                   

Keseimbangan konsumen tercapai pada saat konsumen telah mengalokasikan semua dananya yang terbatas untuk membeli barang dan jasa sehingga kepuasannya maksimum.
Kurva permintaan suatu barang seorang konsumen dapat diturunkan dengan mencari titik keseimbangan konsumen dimana yang berubah hanya harga barang tersebut, sedang hal – hal lainnya tetap.
Dalam teori konsumen terdapat dua pendekatan :
1.        Teori yang menggunakan pendekatan kardinal (teori nilai subjektif)
2.        Teori yang menggunakan pendekatan ordinal (analisa kurva indiferent)
Pendekatan ordinal diformulasikan dengan tujuan untuk merefisi kelemahan – kelemahan yang ada pada teori dengan menggunakan pendekatan kardinal.


Titk temu keseimbangan adalah Px ditambah, Py dikurangi

Efek pendapatan adalah perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari perubahan pendapat riil sedangkan efek substitusi adalah perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari perubahan haga relatif.
Menurut teori ekonomi tradisional ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah barang yang diminta barang yang diminta oleh konsumen, yaitu :
·      Tingkat harga itu sendiri
·      Penghasilan konsumen
·      Tingkat harga barang lain
·      Selera konsumen
Ada 3 macam koofisien elastisitas permintaan. Yaitu :
·      Elastisitas harga
Elastisitas harga digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang X yang diminta konsumen, apabila harga barang x itu sendiri berubah.


·        Elastisitas silang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta oleh konsumen akibat adanya perubahan harga barang lainnya.
·        Elastisitas pendapatan digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta konsumen apabila pendapatan konsumen berubah.

Berdasarkan koefesien elastisitas pendapatan, barang dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu :
1.                  Barang yang merupakan kebutuhan pokok
2.                  Barang mewah